by : John Sonny Tobing (1990)
Di sini negeri kami......tempat padi terhampar luas
samuderanya kaya raya...tanah kami subur, Tuhan.
Di negeri permai ini....berjuta rakyat bersimbah luka
anak kurus tak sekolah.....pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya.......tergusur dan lapar
Bunda, relakan darah juang kami....tuk membebaskan rakyat
padamu kami berjanji......padamu kami berbakti
tuk membebaskan rakyat
(sumber http://endik.seniman.web.id/2009/01/lirik-lagu-darah-juang.html)
saya pertamakali mendengar lagu ini kalau tidak salah pertengahan 1997an, saat gerakan mahasiswa mulai menguat untuk mendongkrak pak Harto. lagu ini memang sungguh menggetarkan, merasuk sampai keulu hati bagi siapapun yg mendengarnya. beberapa waktu lalu saya mendengar bahwa Andi Munajat telah meninggal dunia, tapi saya tidak mengetahui apa penyebabnya, namun beberapa hari sebelumnya saya membaca koran Harian Banjarmasin Post bahwa telah terjadi tabrakan maut yang terjadi di Kota Pelaihari (65km dari Banjarmasin) bahwa salah satu korban bernama ANDI MUNAJAT. Kemudian saat memancing udang di Taluk Haur ,Margasari Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan saya sempat berbincang dengan kawan saya seorang aktifis Walhi yg tengah melakukan pendampingan masyarakat, kawan tersebut mengatakan bahwa ada aktifis bernama ANDI MUNAJAT meninggal tabrakan di kota Pelaihari dan kalau tidak salah beliau adalah salah satu pencipta lagu DARAH JUANG yg sangat legendaris dikalangan dunia pergerakan.
dan...ternyata kabar tersebut benar. INALILLAHI WAINALILLAHIRO'JIUN selamat jalan kawan ANDI MUNAJAT semoga DARAH JUANGmu terus melekat dihati kaum-kaum tertindas dan menjadi gerak semangat untuk terus berjuang melawan tirani.
Kawan.....
Lagu kita masih sama :
DARAH JUANG


0 komentar:
Posting Komentar